serupa apa

Aku bukan hujan
Yang membatalkan semua perjalanan mu
Yang merusak semua rencanamu
Yang mempercepat langkahmu, acuhkan sekelilingmu

Aku serupa awan
Yang kau nanti di harimu
Yang teduh untukmu

Jika awan, aku jauh

Padahal hujan menepuk pundakmu
Mencium pipimu
Mendekap tubuhmu

Hujan membersamai langkahmu

Aku hanya memandangmu

Maka, 

Boleh aku hujan saja?
Boleh keduanya? 
Tidak keduanya?




Dipikirkan sudah lama, tidak ingat awal aslinya, tidak dicatat
.mie.
02.09.2026

Kepada Ombak

Tenanglah

Guruhmu menghempas semuanya
Gulungmu hilangkan semuanya

Tenanglah
agar damai berjalan di pantaimu


.mie.
02.09.2026
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ

jeda di tengah telepon

Aku menyukai hening di tiap jeda pembicaraan kita
Senyap yang hangat
Karena aku tahu kamu di sana
Tidak hilang
Aku tahu kamu masih ada
Kemudian segera merangkai tema
Memberikan tanya

Tidak hilang

Aku tidak takut kamu tiba-tiba hilang

dini hari, 07072026
setelah hari penuh gebrakan dan kejutan, 
.mie.

halaman kosong

aku baca bab yang belum ditulis
memproyeksikan pikirku di sana
nyatanya tak ada apa-apa
aku bahkan tidak membaca data: kan memang tidak ada!
tapi menganalisisnya

imajinasi saja

lalu terbius karenanya

ini lembar kosong, nona
kamu pikir apa?




1 Muharram 1448 H
. mie.