THAT giant PAPILLA


“Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan di akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang muslim, maka Allah akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah senantiasa menolong hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya…”
--HR Muslim--

Bulan - bulan ini merupakan bulan - bulan senior - senior koas saya buat maju kompre.
Kompre = komprehensif, one final step buat dapet titel dokter.
Ada yang sudah daftar kompre, tapi ada juga yang belum. Senior yang belum itu biasanya masih terganjal 1 ato 2 stase, bisa jadi karena mereka belum lulus stase itu, ato juga karena mereka cuti jadi mereka belum ngambil stase itu. Intinya mereka belum lulus keseluruhan stase yang jumlahnya 15 biji.

Nha, dari cerita para senior ternyata ada satu stase yang sumpah ngganjel banget, susah banget buat lulusnya -rese banget pokonya, kalo kata mimie-. Dan postingan kali ini didedikasikan khusus buat dia yang rese super membuat stase itu berasa giant papilla di conjunctiva palpebrae. Semoga that giant papilla, yang sungguh saya merasa dia nggak giant sama sekali jadi nggak perlu ditakuti, sadar dan berubah.



Hopefully dia nggak berubah jadi ULTRAMAN, karena sungguh aneh kalo lakon kesayangan saya itu ternyata dia
=P 











PS: mudahkan saya juga ya Tuhan ^^
oia,, giant papillae di conjunctiva palpebrae itu salah satu tanda dari conjunctivitis alergi a.k.a belekan gara-gara alergi ^^V



fri, june 24, 11
-mie-

exchange for mine

Kali ini saya mau share note kakak kelas saya yang jadi teman saya yang di tag-kan pada saya via fb
bukan karena saya sedang jatuh cinta ato apapun juga itu namanya
walopun mellow akhir-akhir ini dan jadi hobi dengerin Boyz II Men
tapi saya hanya ingin berbagi semata
yeaa~ semoga Anda paham maksud saya..




Yes I know that love is unconditional
but I also know it can be unpredictable, unexpected, uncontrollable, unbeareable
and strangely easy to mistake for loathing

My heart,
it feels like my chest can barely contain it
like it doesn't belong to me anymore
it belongs to you
and if u wanted it,
I'd wish for nothing in exchange
no gifts, no goods, no demonstrations of devotion
nothing but knowing you loved me too
Just your heart
in exchange for mine..

--stardust--









PS: trimatengkyu katur Om Itom yang mendadak aneh waktu itu sehingga bisa-bisanya mbuat note kaya begini di tag ke (salah satunya) saya pula! sungguh luar biasa..ANEHNYA! peace Om!
^^V



thu, march 24, 11
-mie-

meleleh

aku benci ketika es krimku meleleh
aku terpaksa cepat-cepat menjilatnya
tanpa menikmati lumerannya di lidahku

aku benci ketika coklatku meleleh
lengketnya ke tangan-tanganku

aku benci ketika air mataku meleleh
karena aku sendiri yang harus menghapusnya






PS: hari ini tanggalnya bagus 11022011 *v*

fri, feb 11, 11
-mie-

bukan (cuma) karena beliau profesor



Ini cerita saat saya masih jadi koas neuro.


Waktu itu ada pasien yang dirawat di bangsal bedah saraf akan diperiksa fungsi saraf otonomnya oleh residen saya. Singkat cerita akhirnya si pasien dibawa ke ruang pemeriksaan oleh residen saya. Di sana si ibu bercerita kalau dia sudah berobat selama lima tahun tapi tidak ada perbaikan sama sekali. Waktu itu kami tanyakan memangnya pada awalnya keluhan ibu itu apa. Si ibu menjawab kalau keluhannya hanya rasa kesemutan di sekitar siku kanan. Namun karena keluhan itu menetap dan tidak kunjung reda, akhirnya si ibu ini memeriksakan diri ke dokter. Pastinya sudah banyak dokter yang ibu ini sambangi. Si ibu ini didiagnosis menderita penyakit yang berbeda - beda oleh tiap dokter yang memeriksanya. Ada yang bilang asam urat lah, rematik lah. Si ibu ini pun menjalani berbagai macam pengobatan, baik medis maupun alternatif, tapi semuanya tidak ada yang membuahkan hasil.

Lima taun meeen! LIMA TAUN!! Kebayang ga sih berapa banyak uang, waktu, tenaga, dan pikiran yang tercurahkan 'cuma' untuk kesemutan!!

One day, ketika kesemutan si ibu ini makin meluas ke seluruh tangan kanannya, ada kenalan si ibu yang menyarankan ibu ini periksa ke Pak Propesor Bedah Saraf yang pernah jadi pembimbing tugas akhir saya. Oleh beliau ibu ini disuruh MRI. Dan zlaaap.. SYRINGOMYELIA!!
Syringomyelia = lesi/kerusakan pada substansi abu - abu sumsum tulang belakang
Akhirnya terjawab sudah apa penyakit si ibu ini. Untung keburu ketahuan, coba kalo uda sampe lumpuh baru ketahuan!

Pasti si ibu ini mikir "Wiih pinter banget, hebat banget, keren banget Pak Prop, bisa tau penyakit saya apa".
Tapi komen saya ke temen - temen waktu itu "Nda, Pak Prop ki menang bejone yo, menang ndongane".
Maksudnya Pak Prop tuh beruntung banget, doanya jos banget. 

Iya sih emang Pak Prop emang pinter super, hebat super, keren super. Tapi aku pikir mungkin Pak Prop juga bakal kebingungan kalo si ibu itu datang 5 taun yang lalu, saat keluhannya cuma kesemutan di siku kiri. Mungkin saat itu Pak Prop juga seperti dokter - dokter sebelumnya, nggak kepikiran kalo itu syringomyelia.
Mungkin..

Tapi harus saya akui Pak Prop bejo (=beruntung), beliau menang di doa. Tuhan pasti sudah mengatur semua ini buat Pak Prop: si ibu datang 5 taun kemudian, setelah penyakitnya bertambah berat, setelah diagnosisnya ngalor - ngidul, setelah diterapi macam - macam tapi nil.

Untuk kebejoan - kebejoan macam ini Pak Prop pasti sudah berdoa sedari lama --karna saya yakin di dunia ini nggak ada yang instan. Dan doa yang instan cuma ada di sinetron. Hehe..
Bukan berdoa buat keparahan penyakit si ibu, bukan buat kebingungan dokter - dokter sebelumnya, bukan buat misdiagnose,
tapi buat kelancaran rizki,,
buat diberikannya petunjuk.

Coba kalo Pak Prop nggak dikasi petunjuk, mungkin Pak Prop juga kebingungan menentukan apa penyakit si ibu..
Coba kalo si ibu ga dikasi petunjuk, mungkin si ibu itu ya bakal terus kesemutan sampe nantinya lumpuh..
.

.

.

Saya ingin suatu saat bisa kayak Pak Prop: dapet petunjuk dan kelancaran rizki.

Menjadi seseorang yang tepat di saat yang tepat.
AMIN!













fri, jan 07, 11
-mie-

:: nada :: tempo :: volume ::

Nada..
Tempo..
Volume..

tiga macam cara memberikan tekanan pada isi kalimat..
*kata artikel panduan teknik elementer teater yang pernah kubaca..


yang pernah ngikut latian teater pasti suka deh kalo disuruh mainin kata:
apa (tempo cepat:...)
apa (tempo lambat:...)
apa (nada rendah:...)
apa (nada tinggi:...)
apa (volume tinggi:...)
apa (volume rendah:...)

beda2 kedengerannya
beda2 maknanya
beda2 interpretasinya



jadi ingat diri sendiri..
suka mainin intonasi seenaknya sendiri..

kalo kawan2ku yang kukasihi, kusayangi, dan kubanggakan merasa sedih, tersinggung, terpojok, terancam, ato apapun itu, akibat NADA, TEMPO, dan VOLUME ucapanku yang sedemikian rupa sehingga menimbulkan perasaan seperti itu..:
maap yah

INGATKAN SAYA SELALU!











p.s. ini pernah saya post di fb, 9 des 09
btw,,
Hepi New Year!!


wed, jan 5, 11
-mie-

neuro: stase perdana

Tanggal 29 November kemaren saya pertama kali make jas bertuliskan "dokter muda" ke rumah sakit. Stase saya pertama kali dimulai di Neuro, alias bagian Saraf. Di sini saya pertama kalinya bisa merutuk orang saking keselnya. Tapi itu tidak akan saya ceritakan. Saya prefer sisi positifnya saja.

SOMEDAY..
Saya menghabiskan waktu sekitar 4 minggu di Neuro. Minggu pertama dihabiskan dengan nyari - nyari kasus dan ngejar - ngejar tentiran residen & konsulen.
Residen = dokter umum yang ngikut pendidikan buat jadi dokter spesialis.
Konsulen = yang udah nyandang gelar dokter spesialis.
Jadi syarat biar bisa ikut ujian adalah ngerjain 8 kasus. 4 kasus bangsal, 3 kasus poliklinik, dan 1 kasus rehabilitasi medik. Maksudnya ngerjain kasus itu kita meriksa pasien lalala dari A sampe Z, trus nulis apa diagnosis penyakitnya, gimana cara negakin diagnosis, dan gimana cara terapinya. Meriksa pasien sih kita periksa sendiri, kita tanya - tanyain sendiri, baru kalo kita kesulitan tanya residen. Tapi begitu suruh nulis terapinya,, hehe,, angkat tangan dulu deh.. Kita baru bisa nyontek terapi yang ditulis residen ^^V
Tapi,, tapi,, tapi habis itu kami belajar kok!! Bener deh! Jadi Bapak, Ibuk, Sodara sekalian, plis jangan ragu dengan kami. Kalo sekarang kami baru bisa nyontek, plis pahami kami. Ini baru awal. Fase koas ini kami lagi ngumpulin bekal sebanyak dan sebaik-baiknya biar someday, setelah kami disumpah dokter, kami bisa melaksanakan profesi kami sesuai dengan standar profesi yang tertinggi.

MANGKAL 3 TEMPAT
Minggu kedua dan ketiga kami mulai dibagi 3 kelompok kecil. Nantinya 3 kelompok itu bakal tuker - tukeran tempat mangkal. Pertama kali, saya dan kelompok kecil saya dapet kesempatan mangkal di pos rehabilitasi medik. Dokter spesialis rehab medik gelarnya Sp.RM. Mereka kerjanya temenan sama para fisioterapis, speech therapist (terapi wicara), psikolog, ahli pembuat alat bantu dan alat ganti (kaya' kaki tiruan, tangan tiruan, walker, tongkat, lalalala), ma pekerja sosial. Mereka jadi dedengkot yang tugasnya mendiagnosis dan menentukan program rehab apa yang cocok buat pasiennya. Misalnya pasien yang lumpuh anggota gerak kanan, baiknya dikasi walker, tongkat, tripod, ato kursi roda ya.. Pasien pasca serangan jantung gimana ya cara memulihkan keadaannya..

Pangakalan kedua di bangsal neuro. Isinya pengawasan pasien, buat status baru, nganter konsul ke ICU, kadang juga nerima panggilan dari unit stroke dan IGD. Pengawasan sendiri kerjaannya ngawasi kesadaran, tanda - tanda vital (tekanan darah, nadi, laju napas, suhu), saturasi oksigen, kadang juga kadar gula darah sewaktu. Buat status baru itu maksudnya nulis catatan medik (rekam medik, medical record) pasien baru. Nerima panggilan dari unit stroke biasanya buat pengawasan pasien. Sedangkan panggilan dari IGD biasanya buat bagging (ngasi napas buatan, tapi pake pompa tangan). Lumayan lho bagging, melatih otot lengan~~

Terakhir mangkal di poliklinik saraf. Di sini seru. Ketemu ma banyak pasien baru yang keluhannya sering kita denger. Yang sakit kepala lah, yang leher kaku lah, yang tangannya sakit, yang pinggangnya sakit, sampe pasien kontrol pasca stroke dan epilepsi. Dan pasiennya pun beragam. Kalo pasien - pasien bangsal itu rata - rata pasrah, kalo pasien poli lebih bervariasi. Ada yang kooperatif, ada yang enggak. Ada yang kritis, ada yang sotoy mampus. Kadang merasa tertantang menghadapi mereka, tapi kadang geregetan juga nge-handle-nya. Apalagi pasien - pasien yang nganggep rendah kami. Hiiiiiiiiiiiiiih!!

Minggu keempat minggunya ujian. Ujian lisan dengan salah satu konsulen dan ujian tertulis di hari terakhirnya. Buat nentuin kita ujian lisan sama konsulen siapa, kita pake sistem undian, kaya arisan gitu, kocokan. Singkat cerita, saya dan teman saya, Pak Valdi dapet ujian sama Prov Amin (beliau hobi bilang kalo beliau itu bukan Prof, tapi Prov: Provokator). Entah hasilnya gimana, tapi yang jelas sepanjang ujian bertebaran kata - kata keramat beliau: MATAMU KOBONG!

GOLONGAN KOAS
Tiap hari kami jaga bangsal, mulai jam 2 siang sampai jam 7 pagi keesokan harinya, kecuali hari libur dari jam 7 pagi sampe jam 7 malem, diganti shift berikutnya sampe jam 7 pagi besoknya. Dari sebulan masing - masing kami dapet jatah jaga 6-7 kali. Kegiatan waktu jaga sih sama aja kaya kegiatan mangkal di bangsal, cuma aja lebih cape, malem - malem soalnya. Dari 6 kali jaga saya cuma dapet bintang 1 kali, satu orang yang meninggal, pelatih bola. Temen saya si Mang Valdi malah dapet dobel bintang, soalnya yang meninggal ibu hamil.

Di tempat saya ada "kepercayaan" tentang pemanggil dan penolak pasien. Contohnya aja kakak kelas saya, Mas X, pas dia jaga pasien yang dateng emang dikit, tapi pasien gawat semua. Trus temen saya si Y, selama dia jaga nggak pernah ada pasien gawat sama sekali. Kalo saya sih, entah pemanggil ato penolak ya. Pas jaga bareng cewek - cewek sih adem ayem. Sedangkan kalo pas jaga bareng cowok - cowok pasti adaaaaa aja yang gawat, tapi biasanya pas saat - saat genting itu pasti saya lagi di unit stroke. Jadi sembari mereka RJP (resusitasi jantung paru, yang neken2 dada n napas buatan tu lho) ma bagging, saya lagi asik tidur ato mungkin lagi nonton di unit stroke. Hehe. Peace kawan2~


ALKISAH RESIDEN
Di bagian neuro saya sempet "interview" dengan beberapa orang residen. Saya tanya - tanya kenapa kok mereka ambil neuro. Dari beberapa residen yang saya tanyai mereka mengungkapkan kalo tadinya mereka pengen ambil interna, tapi ya gara - gara pertimbangan uang, waktu lulus, dan gara - gara ga keterima juga akhirnya mereka ambil neuro. Ada lagi yang karena diajakin temennya, diiming - imingi pasti lolos ujian. Ada juga yang karena janji sama pasiennya. Lucu - lucu lah. Mungkin sama kali ya, kaya waktu mau tes SPMB (UMPTN, ato apalah itu namanya, pokoknya ujian masuk perguruan tinggi). Ada yang gara - gara disuruh ortunya, kemauan sendiri, karena dapetnya itu, ato bahkan gara - gara salah nulis jurusan
Kalo besok saya jadi residen (amin!!), residen apa aja, alesannya apa ya?



Nggak rinci sih emang ceritanya. Karena saya tau kalian bosen juga mbaca tulisan saya yang mbuatnya aja sampe berbuih - buih..
Hehe
Makasi uda rela mbaca~~








tue, dec 28, 10
-mie-

komuda: verse

HUAH!
Bahagia rasanya udah selesai komuda!
Hari-hari berat itu,,
hari-hari menjemukan itu,,
SIRNA!
ditutup dengan konser gratisan Endah N Rhesa & Soulvibe di hari terakhirnya~
=D

Komudaku dibagi jadi 6 stase (6 pos)
seminggu pertama di interna alias penyakit dalam
seminggu di psikiatri alias jiwa
seminggu di neuro alias saraf
seminggu di bedah
dua minggu di obgyn alias kandungan kebidanan
dua minggu di anak


interna
ini stase paling cuapek sekaligus paling fisiologis dibanding semuanya,,menurutku..
tiap 2 hari kita harus cari 1 kasus individu untuk dibuat laporannya, plus 1 laporan kelompok. Dateng jam 7, pulangnya bisa sampe jam 8 - jam 9 malem, gara2 harus nunggu waktu yang tepat buat meriksa pasien. Belom kalo ada tugas.. Belom kalo laporannya ditolak dan disuruh ganti.. Fyuuh~~
Tapi di sini bener-bener berasa dokter. Kita meriksa sendiri, trus mereka-reka diagnosis n obatnya sendiri. Yea,, walopun nggak bisa nerapin terapinya sih,, tapi bener-bener berasa dokter. Mana pasiennya bener-bener memandang kita sebagai dokter pula,,.
:)


psikiatri
stase menyenangkan~
habis ujian jiwa dengan pasien yang sungguh ajaib~
nggak kerasa kalo ada di RSJ seminggu.. Mana ketemu pasien lucu-lucu.. Pulangnya awal.. Ujiannya juga awal,, walopun terdapat gap intelektual yang cukup lebar.. Tapi overall menyenangkan~ nggak kerasa kalo udah seminggu ada di jiwa.. 
=D


neuro
zing krik krik banget di sini~
setelah diusir dari ruang diskusi yang baunya sungguh tidak manusiawi
udah mau ke bangsal buat periksa pasien aja susahnya minta ampun, ga bisa n ga boleh kemana-mana pula.. Di suruh beraktivitas di ruangan yang baunya nggak manusiawi banget pula!
Pas stase ini aku bisa tidur lamaaaaaa banget dalam ruangan saking ga ada kerjaannya~
-_______-!


bedah
fisiologis sebelum dan setelah jam kerja!
CAPEK!
harus berangkat pagi-pagi, sebelum jam kerja biar bisa ditentir dan ikut visite pasien bersama residen. Di bedah kelompok besar kami (22 orang) dibagi jadi beberapa kelompok kecil untuk stase di tiap subbagian bedah.Kelompokku sendiri dapet bedah onkologi, yang nangani pasien-pasien tumor dan kanker.. Dan kata Nisa, aku sebaiknya demi kebaikan bersama pensiun sementara dari kerjaan sebagai chief di bedah onko. Katanya aku kurang halus dan kurang lembut untuk menghadapi seseorang di sana..
Haaaaaaah!!
Apa coba?! Sebelah mananya yang aku nggak alus?! Sebelah mananya yang aku nggak lembut??!! Nggak ada kan?! Nggak ada kan?!!
>=0


obgyn
setelah post-test yang ngulang 100%
satu-satunya stase komuda yang ada jaga-nya!
di sini pagi-pagi pasti ngale-ngale nggak jelas dulu. Trus jam 9 ntar baru ada presentasi kasus yang dilanjutin kuliah modul. Trus pulang deh~~
Oia, seperti yang uda ku bilang tadi, ini satu-satunya stase komuda yang ada jaga-nya. Jadi kita kebagian tugas jaga VK (verloos kamer, kamar bersalin) selama 24 jam. Ada yang dari pagi sampe pagi hari berikutnya, tapi ada juga yang malem sampe pagi, trus 2 hari kemudian baru jaga lagi dari pagi sampe malem. Jadi modelnya ada yang 24 jam langsung, ato 12 jam + 12 jam.
Aku kebagian yang 12 jam + 12 jam. Dan kedapetan jatah jaga pas malem minggu. Hwah,, malem minggu jagain ibu-ibu mau nglahirin~~ Tapi sayangnya kelompok kami nggak dapet persalinan normal,, yang ada caesar mulu~ Dan di sini aku ngerasain masuk kamar oprasi buat pertama kalinya..
=D


anak
HOAH!
hobi: ngale
saya nggak suka stase komuda di sini, dimana saya jadi ketuanya!
saya mau sekelompok sama Rio aj, ato Atuy jadi wakil saya!
HAH! Capek! Ribet! Belibet!
Tapi tetep trimakasi buat dr. Heru Muryawan, Sp.A atas sumbangan snek dan nilai yang bagus-bagus ^^,










thu, nov 18, '10
-mie-