Gus Mus - Dzikir Malam

DZIKIR MALAM

Langit memimpin dzikir malam
Membaca wirid hening dalam hitungan rinai hujan dan manik-manik keringatku

Angin mendesirkan tasbih bersama pucuk-pucuk pohon di mulut pori-poriku

Sesekali kilat memucatkan rumput-rumput mencuatkan lidah-lidah laut dalam gemuruh tahmid bersama qhouf rojaku

Sementara petir dan guruh bergantian meneriakkan takbir dari puncak diamku
langit memimpin dzikir malam
di bumi kelam gelisahku





Ahmad Mustofa Bisri




mon, apr 23, 18
.mie.

Menyoal Jarak

Jarak tidak pernah membatasi kita
Ia hadir tidak untuk menjauhkan bahagia
Ia ada tidak mengajarkan rindu semata

Jarak adalah tentang penjagaan
Dan karenanya ia adalah sebentuk cinta

Semoga jarak yang ada adalah cinta Nya untuk menjaga kita



Kertajaya PSE-SMT, apr 22, 18
.mie.

Letak Rindu

Apa kau bilang rindu itu ada di hati?
Aku tak setuju

Bagiku rindu itu ada di tangan dan di kening
Ketika aku bersujud dan menengadahkan tangan kepada Nya

Dan kamu ada pada keduanya




fri, mar 23, 18
.mie.

Warna rindu

Menurutmu apa warna rindu?
Jingga yang menghangatkan?
Merah yang bergelora?
Hijau yang menyejukkan?
Kuning yang menyilaukan?
Abu-abu yang membingungkan?
Atau
Biru yang menghanyutkan? 

Buatku rindu itu hitam
Saat kupejamkan mata dan kau ada dalam doa



wed, mar 14, 18
.mie.

Pergeseran Fokus

Cintaku tidak hilang ataupun berhenti
Ia hanya bergeser fokus
Darimu kepada Dia 
yang memilikiku dan mu,
yang mampu mencintaiku dan mu,
yang akan selalu menjagamu dan ku

Lantas
dari titik mana kau pandang cintaku hilang?




sun, feb 4, 18
.mie.

Homesick (2)

For You in every beginning of a step
You in every step of a process
You in every process of my life

For You in every ticking of time
There is no tale of homesickness



posted on wed, jan 10, 18
.mie.

Berlayarlah

Masing-masing kita punya samudra untuk diarungi
yang kita akan berjaya, tenggelam ataupun karam padanya
Masing-masing kita punya mereka yang diperjuangkan
yang untuknya, rasanya, mampu kita hadapi dunia
Masing-masing kita punya peta 
yang dengannya kita yakin menuju bahagia
Masing-masing kita punya kompas 
maka berlayarlah kita ke arah yang ditunjuknya

Dan ketika angin berhembus,
masing-masing kita mulai beranjak menuju harap
saling meninggalkan garis awal

Tapi bagaimanapun kita ini kawan

Kita punya bahu untuk saling menguatkan
Tangan untuk saling mendoakan
Dan hati untuk saling meneduhkan

Maka angkat sauhmu,
Kawan

Kita tidak pernah benar-benar berlayar sendirian



tue, jan 9, 18
.mie.