Mungkin aku pengecut saja

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Mencintaimu tidak mungkin sederhana
Karena kamu sungguh tidak demikian saja
Kita tidak lantas terdiri hanya dua

Dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu
Nyatanya aku tak bisa
Nyatanya mencintaimu lebih rumit dari bayanganku
Kukira komitmen saja cukup mengikat kita

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Sungguh aku ingin demikian
Tapi aku bisa apa
Nyatanya komitmen itu bukan cuma kita yang punya
Aku muasalku, kamu muasalmu

Dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Mungkin kita..
tidak
Mungkin aku berhenti saja
Mungkin bisa, tapi aku tidak mampu

apalagi untuk dengan sederhana


Nyatanya kita hanya isyarat
Cuma cerita

yang tak sempat (terus) ada




Niat ngejar dedlen yang nyatanya ga kekejar. Sungguh rapat2 itu menyita waktu.
wed, feb 8, 17
.mie.

Hence, no particular occasion

I'd like to meet you
in one fine day
one fine morning
or one fine afternoon maybe
or one fine night
or any of that fine time
..
or anytime 

even if it's not fine at all!

Just to see your eyes


..and the smile of yours
is that one fine thing




completed Jan 30, 17
.mie.

Ode Subuh

Begitu beratkah bahagia berdua?
Begitu mustahilkah bersama selamanya?
Ketika ranjang tak lagi berderak canda
Ketika meja makan hanya padu denting sendok piring
Kemana sayang yang dijanjikan ada?
..terhalang ego kita?



subuh di hening rumah sakit, 26 Jan 2017
-mie-

(Hanya) Seorang Ibu

Katanya dia koki handal
Tapi masakannya keasinan
Katanya dia seorang guru
Aljabar salah melulu
Katanya dia teman
Diajak dugem ogah jalan

Katanya dia malaikat penjaga
Lantas apa dia bisa terbang?

Nyatanya dia (hanya) ibu
Lebih dari cukup untuk (hanya) menjadi itu





Untuk mamah, amyah, mami, simbok, ibuk dan segala nama yang kusematkan padanya
Untuk kawan yang berjuang menjadi dan menjalaninya
Untuk (para) papah yang membantu mewujudkan panggilan tersebut --kecuali Maryam tentu saja
: terimakasih. Selamat Hari Ibu. Semoga bahagia selalu. Amin



thu, mother's day, 16
-mie-

Tuhan dan romantisme itu (2)

Mengapa mereka selalu tuliskan romantisme dalam bait hujan,
kopi,
senja,
purnama,
langit berbintang,
dan hening malam?

Padahal romantisme juga dalam hisap cerutu, uap kacang rebus, wangi pisang goreng, bising siang, dan retak aspal jalan

Mengapa mereka tuliskan romantisme dalam sajak kecupan,
senyum bibirmu,
dan hangat lingkar dekapan?

Padahal romantisme juga pada derai canda, ribut perang mulut, dan gigil subuh hari

Romantisme juga saat berebut kerupuk,
ngaso di pojokan,
antri jamban,
obrolan tepi selokan

Ia ditulis sebagai syair lumpur,
nyeri otot paha,
cucian yang tak kering

Romantisme tak lebih dari sekedar cara untukmu menikmatiNya




draft sepanjang perjalanan Sukabumi-Semarang, kelar TnT#6
wed, nov 2, 2016
-mie-

Rapuh itu (hanya) dalam pikirmu

Tiap benda yang kau pikir tak berdaya itu nyatanya mampu melukamu
Gelas yang rapuh,
pecahannya mampu membunuhmu
Kapas yang ringan,
seratnya mampu menyesakkanmu
Lidah yang lunak,
geraknya mampu menusukmu



completed thu, oct 20, 16
.mie.

I'm a sinner because of missing you

Sin?
You must be kidding
Rain will ease my scarlet longing
as He washes him out of my brain
Snow'll get so jelous

Completed Oct 19, 16
.mie.